
SEORANG pendaki meninggal dunia di kawasan Gunung Gede Pangrango. Belum diketahui persis penyebab kematiannya. Berdasarkan informasi, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (29/8) malam. Awalnya, diketahui ada seorang pendaki atas nama AY beserta istrinya yang hendak mendaki ke Gunung Gede Pangrango ditemani satu orang porter.
"Pada Jumat sekitar pukul 15.30 WIB, mereka tiba di Alun-alun Suryakencana," kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Arief Mahmud, Sabtu (30/8).
Di tempat itu, pendaki tertidur sampai pukul 19.47 WIB. Porter kemudian berinisiatif mendirikan tenda sebagai tempat beristirahat di Alun-alun Barat pada pukul 20.00 WIB. "Namun pendaki yang tertidur tak kunjung bangun. Diduga, pendaki pingsan karena pada pukul 20.35 WIB masih bernapas," tuturnya.
Porter kemudian segera meminta bantuan kepada petugas dan volunteer untuk dilakukan evakuasi. Pada pukul 20.37 WIB, diputuskan dilakukan evakuasi.
"Petugas dan volunteer GPO (Gede Pangrango Operation) mengirimkan delapan personel menyusul survivor pada pukul 20.42 WIB. Tim evakuasi tiba di lokasi Alun-alun sekitar pukul 23.57 WIB," terang Arief.
Terdapat 25 orang petugas evakuasi yang dikerahkan. Mereka terbagi menjadi empat tim yang naik ke Alun-alun Suryakencana secara bertahap. Petugas dan volunteer GPO meminta arahan lebih lanjut karena kondisi survivor tak kunjung membaik. Pada Sabtu (30/8) sekitar pukul 03.00 WIB, kata Arief, tim evakuasi menginformasikan kondisi terakhir survivor.
"Survivor meninggal dunia pada pukul 03.00 WIB. Atas pertimbangan tim di lokasi dan istri survivor, maka mulai dilakukan evakuasi. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Cimacan untuk dilakukan otopsi," imbuh dia.
Arief tak menyebutkan penyebab meninggalnya pendaki itu. Arief menyarakan agar mengonfirmasinya langsung ke RSUD Cimacan.
"Untuk penyebab dan hasil otopsi mohon menghubungi RSUD Cimacan," pungkasnya.(M-2)