Polresta Barelang Dalami Jaringan Penyelundupan Baju Impor Ilegal di Batam

3 weeks ago 14
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Polresta Barelang Dalami Jaringan Penyelundupan Baju Impor Ilegal di Batam Calon pembeli melihat pakaian bekas yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (24/10/2025).(ANTARA FOTO/Naufal Khoirulloh/fzn/nz)

POLRESTA Barelang menyelidiki kasus penyelundupan balpres baju impor ilegal di dua kontainer yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan terstruktur di Batam. Penemuan ini menjadi bagian dari pengembangan penyelidikan terhadap penangkapan dua kontainer dan tiga truk bermuatan balpres beberapa waktu lalu.

Dalam pengungkapan terbaru, salah satu kontainer ditemukan dalam kondisi tersegel resmi oleh Bea dan Cukai, sementara kontainer lainnya telah terbuka dan sebagian isinya diduga telah disebar ke beberapa lokasi. Temuan ini memunculkan berbagai pertanyaan tentang celah dalam sistem distribusi dan pengawasan di pelabuhan.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, mengatakan temuan tersebut dan mengungkapkan keheranannya terkait bagaimana barang yang masih tersegel bisa beredar sebelum proses kepabeanan selesai. "Satu kontainer masih tersegel, sementara yang lainnya sudah dibuka. Ini yang sedang kami dalami lebih lanjut," katanya, Minggu (16/11).

Polisi kini tengah menelusuri jalur pergerakan barang, mulai dari pintu masuk pelabuhan hingga distribusinya ke lokasi tujuan. Zaenal menegaskan, pihaknya akan memanggil semua pihak yang diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan ini. "Penyelidikan akan terus berlanjut. Semua pihak yang terlibat akan kami periksa," ujarnya.

Penemuan dua kontainer tersebut semakin memperkuat dugaan adanya modus penyelundupan yang memanfaatkan dokumen impor beras, fasilitas jalur hijau, serta celah pengawasan di kawasan Free Trade Zone (FTZ). Informasi yang didapat dari sumber lapangan menyebutkan, barang-barang ilegal seperti balpres, minuman beralkohol, hingga perabot bekas sering diselipkan dalam kontainer yang seharusnya berisi barang kebutuhan pokok untuk menghindari pemeriksaan ketat.

Kasus ini juga berhubungan dengan penangkapan sebelumnya, yang menunjukkan adanya indikasi bahwa pelaku penyelundupan memiliki akses administratif tertentu. Hal ini memungkinkan mereka untuk memanipulasi dokumen dan melewati beberapa tahapan pemeriksaan di pelabuhan.

Sementara itu, Bea dan Cukai Batam memberikan penjelasan terkait status kontainer yang masih tersegel. Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, menjelaskan bahwa kontainer tersebut memang sedang dalam proses kepabeanan. "Barang tersebut masih dalam proses kepabeanan. Sudah ada Nota Hasil Intelijen (NHI) dan pemeriksaan oleh unit P2 sudah dilakukan," ungkapya enteng.

Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan bahwa seluruh barang di dalam kontainer adalah barang bekas yang tidak sesuai dengan dokumen yang terdaftar. "Kesimpulannya, seluruh barang yang ada di kontainer adalah barang bekas dan tidak sesuai dengan dokumen yang ada," katanya.

Berdasarkan temuan ini, Bea Cukai menerbitkan Surat Bukti Penindakan (SBP) dan memindahkan kontainer dengan segel resmi ke Tempat Penimbunan Pabean (TPP) untuk penetapan sebagai Barang Dikuasai Negara (BDN). "Proses penanganan perkara akan dilanjutkan sesuai dengan prosedur yang berlaku," ujarnya.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Zaenal Arifin memastikan penyidik akan mengusut tuntas seluruh rantai keterlibatan dalam jaringan penyelundupan ini, baik dari pihak yang berperan di lapangan maupun yang memiliki akses administratif untuk memanipulasi dokumen. "Tidak ada intervensi dalam penyelidikan ini. Fokus kami adalah mencegah kebocoran kekayaan negara," tegasnya.

Polisi juga dijadwalkan untuk memeriksa perusahaan pemilik dokumen serta seluruh pihak yang terlibat dalam perjalanan kontainer tersebut. Penyidikan kasus ini diharapkan dapat mengungkap lebih jauh keterlibatan jaringan penyelundupan yang memanfaatkan celah pengawasan di pelabuhan. (H-4)

Read Entire Article