Banjir Sumatra, Anggota DPD Sumbar Dorong Penetapan Status Bencana Nasional

1 week ago 12
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Banjir Sumatra, Anggota DPD Sumbar Dorong Penetapan Status Bencana Nasional Ilustrasi(ANTARA/Iggoy el Fitra)

Senator RI asal Sumatra Barat, Irman Gusman, meminta pemerintah mempertimbangkan penetapan status bencana nasional untuk Sumatra Barat (Sumbar), Sumatra Utara (Sumut), dan Aceh. Banyak hal yang bisa dilakukan jika status ini ditetapkan.

Menurut dia, bencana yang melanda tiga provinsi ini dalam beberapa hari terakhir bukan lagi peristiwa alam biasa. “Ini rangkaian banjir bandang, longsor, galodo, dan runtuhan tanah bergerak tanpa henti. Curah hujan ekstrem mengubah ratusan nagari, desa, dan kecamatan jadi zona krisis,” kata Irman, Selasa (2/12/2025).

Data sementara hingga 1 Desember 2025 mencatat lebih dari 120.000 kepala keluarga terdampak, ribuan rumah rusak berat, serta puluhan jembatan roboh yang memutus akses antara kota dan kampung. Di beberapa wilayah, seperti Lembah Anai, Malalak, Barus, Tamiang, dan Pidie, jalan nasional amblas, bahkan hilang sama sekali. Ribuan warga terisolasi dan hanya bisa dijangkau melalui jalur darurat.

“Di Aceh, luka sejarah seakan terbuka kembali. Gubernur Aceh, Mualem, dengan suara bergetar menyebut bencana ini sebagai tsunami kedua bagi Aceh. Kalimat itu menggambarkan betapa dahsyat kerusakan yang dialami daerah tersebut,” papar Irman.

Sebagai anggota DPD RI dari Sumatra Barat, Irman mengaku, menerima banyak laporan dari pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat. Banyak daerah tidak lagi mampu membiayai penanganan darurat, apalagi pemulihan pascabencana yang membutuhkan dana besar dan waktu panjang. Ia mengatakan kapasitas fiskal banyak daerah semakin tergerus. Bahkan sebelumnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi sempat meminta pemerintah pusat membiayai gaji ASN daerah.

"Ini tanda ruang fiskal provinsi memang sangat tertekan. Saat anggaran rutin menipis, bagaimana mungkin penanganan bencana berskala raksasa ini dapat ditangani sepenuhnya oleh daerah?” ujar dia.

Irman menyebut bencana di wilayah Sumatra ini bukan hanya tsunami kedua seperti di Aceh, melainkan tsunami plus. “Sebab, bukan satu provinsi yang luluh lantak, tetapi tiga, Aceh, Sumut, dan Sumbar. Skalanya lintas wilayah, lintas batas, dan lintas kemampuan,” kata mantan ketua DPD RI ini.

Irman menyebut status bencana nasional sangat mendesak. Status ini bukan hanya soal gelar administratif. “Ini pintu masuk koordinasi lintas kementerian, mobilisasi penuh TNI-Polri, percepatan logistik, dan penggunaan sumber daya nasional tanpa batasan birokratis,” jelas Irman.

Dengan status itu, kata Irman, pemerintah dapat mengerahkan alat berat secara terintegrasi dan masif, mengaktifkan operasi kemanusiaan terpadu lintas lembaga, mempermudah pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi, memangkas hambatan administratif penanganan darurat, dan menjamin suplai logistik tanpa henti untuk wilayah terisolasi.

“Tanpa status itu, penanganan tetap sporadis dan hanya menyelesaikan gejala jangka pendek, bukan akar masalah jangka panjang. Setiap jam terlewat, nyawa yang dipertaruhkan,” kata dia.

Irman mengaku telah mengirim surat resmi kepada pemerintah pusat. Tim dia di Sumatera Barat juga terus bergerak memberikan bantuan. Namun, menurutnya, itu tidak lagi cukup.

"Kerusakan terlalu luas. Waktu terlalu sempit. Akses masih banyak yang tertutup. Sementara warga di kampung-kampung terisolasi," ujarnya.
Irman menambahkan penetapan status bencana nasional adalah panggilan kemanusiaan dari daerah yang berjuang mempertahankan hidup warganya. ”Negara besar adalah negara yang tidak membiarkan rakyatnya berjuang sendiri saat bencana datang. Hari ini, masyarakat di tiga provinsi itu sedang menunggu, bukan janji, tetapi keputusan,” tegasnya. (iin)
 

Read Entire Article